Desa Sanggang Sukoharjo Dikembangkan Jadi Sentra Kebun Buah

oleh -1.239 views

Sukoharjo – Desa Sanggang, Kecamatan Bulu Kabupaten Sukoharjo dikembangkan dan akan menjadi salah satu sentra kebun buah. Sejumlah petani yang tergabung dalam program Sentra Pemberdayaan Tani menggarapnya dengan menanam sejumlah bibit buah.

Program pemberdayaan terhadap petani dilakukan dengan pendapingan Yayasan Obor Tani di Semarang. Pendampingan mulai persiapan penanaman sampai panen kedepan.

“Kegiatan Sentra Pemberdayaan Tani mulai aktif Januari tahun 2019, berfokus pada tanaman buah unggul yaitu Durian Monthong, Durian Bawor, Musangking dan alpukat jenis Pluang,” kata Hendrik Simarmata, Pimpinan Program Sentra Pemberdayaan Tani dari Yayasan Obor Tani Semarang usai acara halal bihalal bersama petani di Desa Sanggang, Minggu (29/6/2019).

Penanam bibit, kata Hendrik menambahkan, dilakukan sebanyak 3.000 bibit buah unggul beberapa waktu lalu.

“Program Sentra Pemberdayaan Tani di Desa Sanggang akan kami dampingi mulai dari penanaman sampai pasca panen,” katanya.

Joko Santoso, Ketua Kelompok Tani Krido Mukti Desa Sanggang mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih atas program dan bantuan pendampimgan tersebut.

“Kami, para petani sangat antusias dan bersemangat menjalan program dari Yayasan Obor Tani Semarang,” kata dia.

Joko berharap ekonomi warga dan petani di Desa Sanggang akan meningkat lewat program ini.

“Mudah mudahan tanaman durian dan alpukat dapat panen 3 atau 4 tahun kedepan agar ada peningkatan ekonomi bagi petani kami. Sudah 6 bulan ini program berjalan,” jelasnya.

Acara halal bihalal digelar antara petani dengan pendamping, tokoh masayarakat serta perangkat desa. Selain berkumpul bersama untuk menjalin silaturohmi, sekaligus memanfaatkan momen untuk saling bermaaf-maafan.

Sukirno, Pengurus Yayasan Obor Tani Semarang menambahkan, masyarakat Desa Sanggang yang bergabung dalam sentra pemberdayaan tani harus benar-benar aktif dan serius. Menurutnya, tugas merawat lebih mulia dari menanam. 

“Yayasan Obor Tani dari awal memang berkomitmen bagaimana agar para petani lahan tegalan dapat memproduksi buah-buah unggul. Kesuburan tanah yang kita miliki, watak agraris yang ada dan tentunya kita hanya memiliki dua musim, hujan dan kemarau. Ketika musim hujan kita menabung air di embung dan musim kemarau air dapat kita gunakan menyiram tanaman, sehingga petani dapat berproduksi tambahnya. (rik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *