Caleg PKS di Purworejo Disidang Atas Kasus Politik Uang

oleh -123 views
Ghofururochim saat disidang di PN Purworejo.

Purworejo – Penanganan kasus dugaan politik uang saat pemilu lalu yang melibatkan Ghofururochim (45) anggota DPRD aktif, sekaligus Caleg PKS dari Dapil Purworejo VI saat ini mulai disidangkan. Setelah proses penyidikan di Polres dan penelitian berkas di pengadilan selesai, kasus tersebut mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Purworejo.

Sidang perdana kasus tersebut digelar pada Rabu (29/5/2019) oleh majelis hakim yang diketuai Ali Anshori, beberapa saat setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dedy dan Agung melimpahkan berkas. Terdakwa hadir didampingi dua penasehat hukumnya.

Hadir juga empat komisioner Bawaslu Kabupaten Purworejo, yaitu Ketua Nur Kholiq didampingi tiga anggotanya Anik Ratnawati, Ali Yafie, dan Abdul Azis, serta staf teknis Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu.

Dalam uraian dakwaannya, JPU membeberkan awal mula pengungkapkan kasus tersebut yang dimulai dari temuan patroli pengawasan anti politik uang yang diinstruksikan oleh Bawaslu RI kepada Bawaslu Kabupaten/Kota. Terdakwa didakwa pasal berlapis oleh JPU, yaitu politik uang pada masa kampanye sekaligus politik uang pada masa tenang.

“Untuk masa kampanye dijerat dengan pasal 523 ayat (1 ) jo pasal 280. Sedangkan politik uang pada masa tenang dijerat dengan pasal 523 ayat (2) jo pasal 278 Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu,” kata JPU Dedy saat menguraikan dakwaanya, Rabu (29/5/2019).

Pada saat patroli pada 15 April 2019 lalu, salah satu tim mendapatkan informasi awal adanya pembagian uang di rumah terdakwa yang juga melibatkan istrinya. Tim menindaklanjuti informasi tersebut dan akhirnya menjadi temuan dugaan pelanggaran.

Dalam tahap penyidikan di Polres, kasusnya berkembang. Kegiatan politik uang diduga tidak hanya terjadi pada masa tenang. Namun sudah terjadi sejak masa kampanye.

Dalam dakwaanya, JPU menguraikan siapa saja penerima uang, besaran uang yang diterimakan, kalimat pesan yang disampaikan terdakwa saat memberikan uang. JPU juga menguraikan beberapa barang bukti, antara lain uang serta buku rekapitulasi yang berisi buku daftar dukungan.

Setelah pembacaan dakwaan selesai, terdakwa yang ditanya oleh hakim mengaku sudah memahami subtansi dakwaanya. Terdakwa menyatakan siap kooperatif untuk mengikuti proses hukum kasus tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *