Cabuli Bocah 5 Tahun, Divonis 9 Tahun Penjara

oleh -89 views

Semarang – Perkara dugaan pencabulan dengan terdakwa Maryono bin Masrof (59), warga Purwosari Perbalan D, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Semarang Utara telah diputus.

Pria, lulusan SD yang memiliki toko kelontong itu ditahan, disidang atas dakwaan mencabuli bocah perempuan berusia 5 tahun, tetangganya itu divonis 9 tahun penjara.

“Terdakwa sudah divonis 9 tahun penjara, sama dengan tuntutan jaksa. Vonisnya dijatuhkan Rabu kemarin (21/11/2018), sidangnya juga terbuka untuk umum pas vonis,”kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang, Zahri Aeniwati dikonfirmasi wartawan, Jumat (22/11/2018).

Maryono dinilai bersalah sesuai Pasal 76 E Jo. Pasal 82 ayat (1) UU Nomor 35/ 2014 tentang perlindungan anak. Putudan dijatuhkan majelis hakim terdiri Eddy Parulian Siregar ketua, Fatchurrohman dan Dewi Perwitasari sebagai anggota dibantu Panitera Pengganti, Erma Sari Suwarno Putri.

Maryono tidak ditahan saat penyidikan, dan baru ditahan penuntut umum sejak 2 Agustus lalu. Kasus terjadi Desember 2015 sampai Februari 2018 di rumahnya.

Bermula, Desember 2015 siang, saat berada di atas loteng ia mengambil pakaian kering dan melihat korban CS (5) duduk di teras rumah tetangga. Terdakwa lalu memanggil korban.

“Cer, Rene!”, kata dia.

Di atas loteng, dia menaikkan badan korban dengan memegang pantatnya. Hal itu membuat Maryono terangsang dan alat kelaminnya berdiri. Ia lalu menurunkan badan korban, lalu memasukkan tangannya ke celana dalam dan menggosok-gosokkannya ke vagina.

Pelaku menurunkan celana korban hingga lutut, lalu menjilati vagina korban dengan posisi korban masih berdiri. Merasa gelap mata, ia berusaha memasukkan alat kelamin ke vagina korban. Tetapi belum gagal, karena sudah mengeluarkan sperma.
Aksinya diulang, Januari 2016.

Di depan rumah terdakwa saat ia melihat korban bermain sendiri dan mengajaknya ke loteng.

“Cer, ayo munggah loteng nonton pemandangan”, kata dia.

Di atas loteng, perbuatannya dilakukannya lagi ke korban.

Ketiga kalinya, Februari 2016 siang, terdakwa mengajak korban ke Pasar Perbalan. Di lantai atas pasar, terdakwa mencium pipi, memasukkan tangannya ke baju hingga mengenai payudara korban.

Usai menurunkan celana, terdakwa menyuruh korban memegang kelaminnya. DIa lalu memasukkan kelamin ke vagina, akan tetapi tidak bisa masuk sampai akhirnya mengeluarkan sperma.

Korban CS mengalami perobekan pada selaput dara akibat kekerasan benda tumpul yang dialaminya.edit