Bupati Kendal Perintahkan Proyek E-Mading Tetap Dibayar Meski Belum Beres

oleh -131 views

Semarang – Keterlibatan Bupati Kendal dr Mirna Annisa atas dugaan korupsi pengadaan perangkat sistem informasi digital Majalah Dinding (Mading) elektronik pada Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal tahun 2016 kembali terungkap.

Bupati diketahui memberikan perintah pembayaran terhadap CV Karya Bangun Sejati (KBS), rekanan pengadaan, meski proyek bermasalah. Proyek belum selesai dan molor tak sesuai jadwal. Atas keterlambatan pekerjaan, rekanan juga tak dikenakan denda.

Fakta itu terungkap di sidang pemeriksaan Muryono mantan Kadisdik selaku Pengguna Anggaran, Agung Markiyanto selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) dan Lukman Hidayat, Direktur CV KBS di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (1/4/2019).

Di kasus itu kerugian negara ditaksir sekitar Rp 4,3 miliar lebih. Selain melibatkan Mirna Annisa, nama Ir. Bambang Dwiyono, M.T. selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal tahun 2016 juga disebut terlibat. Keduanya disebut memerintahkan proyek tetap diproses meski tak beres.

Saksi Dwi Ahmad Farida, Bendahara Pengeluaran pada Disdik Kendal mengatakan, anggaran e Mading Rp 5,8 miliar sesuai nilai kontrak. Pihaknya mengakui menerima permohonan pembayaran dari CV KBS tanggal 26 Februari.

“Menerim permintaan pembayaran dan secara adminitrasi, per 30 Desember 2016 dokumen komplit,” kata saksi Dwi di hadapan majelis hakim diketuai Ari Widodo.

Dwi mengaku menerima dokumen dari PPK SKPD, Sekretaris Dinas, Sukadi. Atas permohonan itu, pihaknya menerbitkan SPP (Surat Permintaan Pembayaran) dilampiri formulir Surat Perintah Membayar (SPM) yang diajukan ke DPKAD.

“Sesuai surat edaran bupati seharusnya permohonan pembayaran sebelum 20 Desember. Tapi baru kami ajukan 30 Desember karena ada perintah. Ada nota dinas,” kata saksi di hadapan majelis hakim diketuai Ari Widodo.

Saksi mengaku tak tahu sejarah munculnya nota dinas itu.

“Nota dinas bupati atas permohonan tim teknis pengelola. Terdiri Joko Supratikno. Sobirin. PPkom,” katanya.

Ditambahkannya, pemrosesan pembayaran dilakukan tanggal 30 Desember karena pada 25 dan 26 Desember libur Natal dan cuti bersama.

“Baru masuk bendahara pengeluaran pembantu 28. Karena berita acara penerimaan barang baru tanggal 27 Desember. Ada keterlambatan pengerjaan dari rekanan. Baru dipenuhi semua 30 Desember. Prosesnya akhirnya disetujui dan langsung cair itu juga,” imbuhnya.

Atas keterlambatan pengerjaan pengadaan barang e mading dan pemasangan instalasi diakuinya tidak ada perpanjangan waktu. Hal itu diketahui dari dokumen pengajuan yang tanpa adanya dokumen adendum. Atas keterlambatan itu diketahui tidak dikenakan denda.

“Jangka waktu 20 hari kalender. Serah terima barang dibuat 27 Desember. Soal barang sampai atau tidak dipasang atau tidak, saya tidak tahu. Ada keterlambatan sehari,” lanjutnya.

Disposisi Bupati

Sementara saksi Muhamad Yasin. Kabid pada DPKAD, selaku Kuasa Bendahara Umum mengakui, menerima dokumen permohonan pembayaran 30 Desember 2016.

“Kami meneliti. Terutama verifikasi SKPD.
Produk yang diterbitkan, lalu menerbitkan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana). Baru kemudiaj membayar, transfer lewat Bank Jateng,” kata dia.

Terkait surat edaran bupati agar pemroses setiap SPM proyek dilakukan sebelum tanggal 20 Desember, Yasin mengakui tetap memroses karena ada permintaan Kadinas.

“Tanggal 23 ada surat permintaan dinas mengenai perpanjangan waktu ditandatangani Kadisdik. Terkait perpanjangan waktu pengajuan pembayaran. Itu dasarnya. Sistem itu dimungkinkan asal disetujui bupati. Ada disposisi bupati juga,” kata saksi menunjukkan foto copi surat dengan disposisi bupati dan Sekda Kendal di hadapan majelis hakim.

Dikatakannya, pengajuan pemunduran tertanggal 21 Desember sementara disposisi bupati tanggal 23 Desember.

“Kami hanya punya fotocopi. Aslinya tidak tahu.
Nota dinas bupati sejarah awalnya tidak tahu,” katanya.

Penuntut umum yang dikonfirmasi majelis terkait nota dinas itu mengaku tak menjadikannya barang bukti.

“Itu (nota dinas) diluar barang bukti,” kata M Gandara, jaksa yang menyidangkan.(far)