Bos PT Himiko Medika Utama Divonis Sebulan 2 Hari Karena Edarkan Softlens Ilegal

oleh -183 views

SEMARANG – Direktur PT Himiko Medika Utama, Christian Chandra Kutniatedja S.Kom MBA divonis sebulan 2 hari atas perkara pidana penjualan softlens ilegal. Senin, 15 April 2019 lalu vonis dijatuhkan majelis hakim PN Semarang. Ia bersalah sesuai Pasal 197 Jo. Pasal 106 ayat (1) Undang-undang RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana bersalah melakukan tindak pidana “dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi berupa alat kesehatan berupa softlens / lensa kontak merek Ageha tanpa izin edar.

“Menjatuhkan pidana selama sebulan dan dua hari dan denda Rp 3 juta subsidiair dua bulan kurungan,” kata Aloysius Priharnoto Bayuaji (ketua), Noer Ali dan Esther Megaria Sitorus (anggota) dalam amar putusan nomor 905/Pid.Sus/2018/PN Smg.

Hakim menetapkan seluruh masa penangkapan dan masa penahanan yang dijatuhi terhadapnya dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.
Menetapkan agar terdakwa tetap ditahan.

Menetapkan barang bukti 29 keranjang softlens Merk Ageha yang tidak berizin edar dari Kemenkes RI. 2 dus lens case, 5 dus kemasan softlens, 2 dus kemasan untuk packing, 3 dus retur softlens dan
22 paket softlens merek Ageha siap kirim dirampas untuk dimusnahkan.

Vonis lebih rendah dari tuntutan jaksa, 25 Maret 2019 lalu yang meminta Christian dipidana 2 bulan penjara, denda Rp 5 juta subsidair 2 bulan kurungan. Vonis mempertimbangkan salah satunya izin edar softlens / lensa kontak merek Ageha tersebut telah diterterbitkan oleh Kementrian Kesehatan RI Nomor AKL 21204817627 pada tanggal 23 Oktober 2018

Kasus terjadi sejak November 2017 sampai Agustus 2018 di PT Himiko Medika Utama di Ruko Mataram Plaza Blok B5 Jl. M.T.Haryono No. 427-429 Semarang. Warga Jalan Kuala Mas X/478 RT 002 RW 014 Kel. Panggung Lor Kec. Semarang Utara, Kota Semarang sengaja mengedarkan sediaan farmasi dan / atau alat kesehatan tanpa izin edar.

Kasus diungkap awal Juli 2018 oleh petugas Ditreskrimsus Polda Jateng atas informasi peredaran softlens merek Ageha tanpa izin edar. Petugas menyelidiki dan menemukna produk dijual lewat LINE, whatshApp, website www.japansoflens.com, Shopee, Bukalapak dan Tokopedia. Produk itu dijual dengan nama toko onlinennya JAPANSOFTLENS.

Trransaksi jual beli dilakukan lewat transfer dan kemudian barang dikirim dengan ojek online. Dari gudang kantornya di Ruko Mataram Plaza Blok B5 Jl. M.T Haryono No. 427 – 429 Kota Semarang barang dikirim.

Tak hanya digudang, produkny jug disimpan di rumahnya di Jalan Kualamas X/478 Panggung Lor, Semarang Utara Kota Semarang. Softlens diperoleh dengan impor langsung dari pabriknya di Korea yaitu DUEBA CONTACTLENS CORPORATIONS dengan alamat 330, dongdaeguro,Soosunggu, Daegu, Korea sejak tahun 2017.

PT Himiko Medika Utama sendiri didirikan sesuai akta pendirian nomor 71 tanggal 20 Februari 2015, SIUP Nomor : 517/1931/11.01/PK/IV/2016. Bidang usahanya perdagangan alat kesehatan/laboratorium, kosmetik softlens. Sejak 2017 PT Himiko menykurkan softlens merek AGEHA. Sehari PT Hikiko Medika Utama mampu menjual sekitar 15 pasang sampai dengan 20 pasang softlens.far