Bos PT Bintang Samudra Raya dan Karoseri CV Kurnia Jaya Diadili

oleh -146 views

Ilustrasi

Semarang – Direktur PT Bintang Samudra Raya (BSR) dan perusahaan karoseri CV Kurnia Jaya menjadi tersangka akan diadili di pengadilan. Keduanya terlibat dugaan pidana, perakitan dan penggunaan truk box tak sesuai ketentuan.

Rosalie Lukman alias Koh Abeng, anak dari Samsudin Lukman (52), warga Jl. Komplek Citra I Ext Blok AE XI/19 Rt. 10/15 Kalideres Jakarta Barat, Direktur PT BSR.

Serta, Edy Aditya Zulfikar bin Ahmad Dasuki (36), warga Jalan Batujaya Utara Rt. 03/03 Batujaya Batu Ceper Kota Tangerang, Direktur CV Kurnia Jaya.

“Perkara keduanya teregister nomor 386 dan 385/Pid.Sus/2020/PN Smg. Sidang perdana digelar, Selasa, 7 Juli 2020,” ungkap Noerma Soejatiningsih, Panmud Pidana pada Pengadilan Negeri Semarang, Senin (7/7/2020).

Tak Ditahan

Rosalie Lukman alias Koh Abeng dan Edy Aditya Zulfikar (berkas perkara terpisah) dituduh bersalah bersama-sama melakukan tindak pidana.

Atas perkaranya itu, Koh Abeng dan Edy tak ditahan sejak penyidikan.

Kasus terjadi 4 Desember 2019 sekira pukul 10.00 di Jalan Jendral Soedirman depan Swalayan Ace Hardware, Kota Semarang.

Bermula saat dua petugas Sat Lantas Polrestabes Semarang, Paino dan Rony Hidayat patroli. Mereka menemukan truk Hino Light Truk Box No.Pol A-9169-ZB yang dikendarai Andi bkn Endong melintas.

Truk milik PT Bintang Samudera Raya itu dihentikan karena melanggat lalu lintas. Truk dicurigai tertidak sesuai dengan ketentuan.

Melanggar Ketentuan

Usai dilakukan pengukuran Dishub Kota Semarang, Imam Sukoco ditemukan kondisi fisik truk melanggar. Panjang 7830 mm, lebar 2130 mm, tinggi 3450 mm, julur belakang (ROH) 2760 mm, julur depan 1070 mm, jarak sumbu 4000 mm, titik berat 2600 mm, dimensi box panjang 6130 mm, lebar 2000 mm, tinggi 2320 mm.

Hal tersebut tidak sesuai dengan dengan ukuran yang tertera pada SKRB (Surat Keputusan Rancang Bangunan) milik CV Kurnia Jaya. Seharusnya, panjang total 7285 mm, lebar total 2055 mm, tinggi total 3300 mm, julur belakang 2220 mm, julur depan 1065 mm, jarak sumbu 4000 mm, panjang box 5500 mm, lebar box 2055 mm, tinggi box 2400 mm.

Diketahui sebelumnya, Koh Abeng pada 20 Juni 2019 atas truk Hino Dutro 130 MDL yang awalnya berbentuk cabin dan chasis itu memesan rumah box.

Jelly Arnol, anak Boen Koe Ing dari dealer PT Dayaguna Motor Indonesia merekomendasikan ke karoseri CV Kurnia Jaya. Kepada Direktur CV Kurnia Jaya, Edy Aditya Zulfikar, Boen Koe Ing menghubungkan Koh Abeng.

Atas permintaan pembuatan rumah box tak sesuai ketentuan itu, Edy Aditya menyanggupi dengan biaya Rp 35 juta.

Karena rumah box itu melebih ketentuan SKRB, Edy Aditya tidak pernah mengajukan permohonan uji tipe rancang bangun (pemeriksaan kesesuaian fisik) ke Dit. Sarana Transportasi Jalan c.q Subdit Uji Tipe Kendaraan Bermotor sehingga tidak terdaftar di database. Ditjendhubdat juga tidak mengeluarkan Surat Registrasi Uji Type (SRUT).

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 277 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” kata Zahri Aeniwati, Jaksa Penuntut Umum pada Kejari Kota Semarang.

(far)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *