Bobol Kartu Kredit, Warga Aljazair Ditangkap saat Belanja di Mal Paragon Semarang

oleh -292 views

Ilustrasi.

Semarang – Pembobolan kartu kredit diduga dilakukan Abdel Hafit Boadjadja bin Sabit, warga Al Jazair yang tinggal di Cheraga No 12 Blok B2 Al Jazair atau Jl. Gajahmada No 9 Jakarta Barat.

Abdel membobol, dan memakai kartu kredit untuk belanja di mall Paragon Semarang. Di antaranya membeli perhiasan dan memborong HP.

Pelaku berhasil ditangkap oleh korban, pemilik kartu kredit yang dibobol saat belanja. Sementara seorang temannya, berhasil kabur.

Abdel ditahan sejak 11 Maret 2020. Perkaranya kini diperiksa di PN Semarang. Kamis, 11 Juni besok sidang dilanjutkan dengan acara memeriksa saksi.

“Tanggal 12 Mei 2020 perkara masuk pengadilan dan tergister nomor 276/Pid.Sus/2020/PN Smg,” ungkap Panmud Pidana PN Semarang, Noerma Soejatiningsih, Rabu (10/6/2020).

Sesuai surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum Kejari Kota Semarang, kasus terjadi 9 Maret 2020 lalu di Toko DParis yang terletak di Paragon Mall Jl. Pemuda No. 118 Kota Semarang.

Kejadian, sekira pukul 15.36 wib Abdel bersama Mohammad (DPO) mendatangi Toko Dparis Paragon Mall Semarang.

Keduanya membeli sebuah kalung silver lapis emas putih dan gelang serta cincin merk Dparis. Total sebesar Rp 2.471.000.

Ridayantii binti Samijan, SPG di Toko Dparis Paragon Mall menawarkan pembayaran secara tunai, debit atau kartu kredit. Abdel lalu memberikan kartu kredit Bank Mandiri Pertamina dengan Nomor 5573380801143274 atas nama Urip Iman Setiyawan.

Ridayanti menawarkan menggunakan kartu kredit dengan mekanisme PIN atau tandatangan. Oleh Abdel memilih mekanisme tandatangan.

“Alasannya ia buru-buru hendak mengejar pesawat ke bandara,” sebut tim Jaksa Penuntut Umum, Subagio Gigih Wijaya dan W. Yuanita Sendy N dalam surat dakwaannya.

Usai transaksi keduanya pergi ke arah Toko Handphone Samsung di Paragon Mall. Toko Samsung store Lantai 3 Paragon Mall untuk memilih-milih handphone. Mereka membeli sebuah HP S20 Ultra seharga Rp 18.499.000.

Oleh saksi Mida Saputri bin Miftah (pegawai di Toko Samsung Store kartu kredit Bank Mandiri Pertamina atasnama Urip Iman Setiyawan tak bisa dipakai. Abdel lalu mengganti dengan kartu kredit HSBC atas nama Chen Lin dan berhasil.

Mereka lalu membeli lagi Hp Samsung Note 10 seharga Rp 15.499.000 dan Buds sehingga totalnya Rp 20 juta. Membeli lagi HP Samsung S20 seharga Rp 12.949.000 dengan kartu kredit HSBC. Keduanya lalu pegi.

Mereka lalu mendatangi toko Erafone DP Mall membeli HP OPPO Reno 2 dan Samsung A71. Saat akan membayar dengan kartu kredit Bank Mandiri Pertamina namun gagal. Saat ditanya kartu identitas, keduanya menolak menunjukkan dan pergi.

“Selang beberapa saat, datang Urip Iman Setyawan ke toko Erafone sambil menunjukkan foto Abdel dan temannya,” beber jaksa.

Urip Iman Setyawan lalu mengejar Abdel dan temannya ke Toko Sport Centre di lantai dasar. Dibantu Satpam ia menangkap Abdel, sedangkan Muhammad berhasil melarikan diri.

Atas kasus itu, Abdel disangka menggunakan kartu kredit Bank Mandiri Pertamina dengan Nomor 5573380801143274 tanpa hak atau seijin pemiliknya.

“Akibat perbuatannya, Urip Iman Setyawan dirugikan Rp 2,4 juta,” lanjutnya.

Abdel dijerat primair Pasal 46 Ayat (1) Jo Pasal 30 Ayat (1) UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UURI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Subsidair dengan Pasal 480 Ayat (1) KUHP.

(far

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *