Berawal dari Gopi, Sireng Ikut Terciduk Polisi

oleh -63 views
PEKALONGAN – Sat Res Narkoba Polres Pekalongan berhasil mengamankan dua orang tersangka yakni penjual dan pembeli obat atau pil berlogo “Y”.

Kedua tersangka yakni AF alias Gopi, 30, warga Desa Kandangserang, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, selaku pembeli dan AEP alias Sireng, 26, warga Kelurahan Pekajangan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, selaku pengedar.

Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko melalui Kasubbag Humas AKP Akrom mengatakan, penangkapan kedua tersangka berawal dari kecurigaan anggota Sat Res Narkoba yang tengah melaksanakan kegiatan penyelidikan. 

“Saat itu petugas melihat seorang laki-laki mengendarai sepeda motor yang tidak wajar dan tanpa plat nomor,” katanya, Kamis (2/4).

Karena curiga kemudian petugas menghentikan pengendara tersebut dan di ketahui pengendara tersebut bernama AF alias Gopi dari indentitas yang dibawanya.Pada saat petugas memeriksa dan memerintahkan untuk mengeluarkan barang-barang yang dibawanya, tersangka mengeluarkan 2 paket obat berlogo “Y” terbungkus plastik es yang diikat di ujungnya.

“Tiap paket isi 3 butir dari saku kanannya, dan setelah dimintai keterangan diketahui bahwa 2 paket obat berlogo “Y” ia dapat setelah membeli dari Sireng seharga Rp20 ribu,” jelasnya.

Saat itu juga tersangka AF alias Gopi diamankan. Berbekal informasi tersebut petugas langsung memburu tersangka AEP alias Sireng. Dan saat berada di tepi jalan Desa Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan petugas bisa menangkap dan mengamankan Sireng.

Guna untuk pemeriksaan lebih lanjut tersangka Sireng berikut barang bukti berupa 2 paket obat atau pil berlogo “Y” berisi 500 butir diamankan. Polisi juga mengamankan uang tunai Rp865.000, 1 unit HP Samsung Galaxy S.

 “Saat ini tersangka tengah menjalani pemeriksaan dari petugas Sat Res Narkoba Polres Pekalongan,” terangnya.

Untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatannya tersangka akan dijerat dengan Primer Pasal 197 subsider pasal 196 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang ancaman hukumannya dengan pidana penjara paling lama 15  tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.(mht)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *