Bentuk 6 Korwil, Percepat Penanganan Covid-19

oleh -48 views
SEMARANG – Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berupaya mempercepat penanganan Covid-19 yang sampai saat ini masih mengalami lonjakan di beberapa daerah.

Pemerintah provinsi akan membentuk enam korwil (koordinator wilayah) yang tersebar di enam keresidenan di Jateng.   “Kita buat korwil untuk menanggulangi ini. Karena ada enam eks Keresidenan, kami mau bentuk enam korwil,” kata Ganjar, usai rapat rutin evaluasi Covid-19 di kantor Gubernur Jateng, Senin (29/6).   Ditambahkan, di Jateng terdapat enam eks Keresidenan, yakni Eks Keresidenan Banyumas, Pati, Kedu, Pekalongan, Semarang, dan Surakarta. Menurut dia, tugas korwil itu adalah untuk memastikan penanggulangan Covid atau pandemi respons bisa dilakukan dengan cepat, baik, dan benar.

Komunikasi pun menjadi lebih intens, termasuk penyelesaian persoalan-persoalan yang dihadapi daerah kabupaten dan kota, di wilayah eks keresidenan.   “Sehingga harapannya, umpama kami kemarin minta adanya percepatan laporan data yang real time, khususnya yang dari laboratorium (lab), kami minta itu, tapi tidak semua yang bisa langsung update. Nah ini kita harus ada yang mengomunikasikan,” ungkapnya.   Selain itu, keberadaan korwil juga mempermudah koordinasi tracing yang intensif, serta mengatur kerja sama dengan banyak pihak. Salah satunya, tenaga surveilans terlatih yang mulai 1 Juli nanti dilepas untuk membantu penanganan Covid-19.  “Nah yang begini-begini perlu adanya yang mengoordinasikan dengan satu harapan, nantinya kendali di setiap Eks Keresidenan betul-betul clear. Itu yang penting. Mudah-mudahan besok sudah ada koordinatornya. Nanti Pak Sekda, Asisten, sementara yang akan ambil alih dulu. Ya sudah. Tugasnya menanyai, meminta laporannya, termasuk kalau perlu ada sifatnya sosial masif juga harus cepat,” ujarnya.   Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengapresiasi langkah pembentukan enam korwil di seluruh wilayah provinsi ini.   “Itu bagus saya kira. Butuh percepatan. Karena yang dikoordinir itu kan gugus tugas ya. Saya usulkan paling tidak eselon II (koordinatornya),” ucap Yuli usai ikut rapat evaluasi Covid-19. (mht)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *