Begal Bersajam Rampas Motor Ditangkap Polres Brebes

oleh -130 views

Brebes – Begal jalanan berhasil ditangkap. Polisi menangkap dua orang pria, terduga pelaku pembegalan di sejumlah wilayah di Kabupaten Brebes. Mereka ditangkap petugas gabungan Polsek Bulakamba dan Resmob Polres Brebes.

Dua pelaku begal ini yakni Arifin (23) warga RT 5/RW 5, dan Ade Irawan (27) RT 1/RW 5. Keduanya merupakan warga Desa Grinting Kecamatan Bulakamba, Brebes.

Dalam aksinya, selain merampas harta, kedua pelaku juga sering menganiaya korbannya. Mereka yang selalu membawa senjata tajam saat beroperasi itu tak segan-segan melukai korbannya yang melawan.

Kedua pelaku diringkus setelah sebelumnya melakukan aksi pembegalan terhadap korban Arif Budiyanto warga Limbangan Wetan Brebes. Selain merampas motor dan HP, pelaku menganiaya dan mengancam korban dengan senjata tajam.

“Pelaku ditangkap, Minggu kemarin. Dari penangkapan itu, polisi menyita barang bukti dua buah sepeda motor milik korban. Motor korban juga dipakai pelaku untuk aksi kejahatan,” kata Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Brebes, Iptu Triyatno, Senin (26/11/2018).

Iptu Triyatno menjelaskan aksi pembegalan terjadi pada 6 November 2018 sekitar pukul 23.45 WIB. Pembegalan bermula ketika korban hendak pulang usai mengantarkan temannya di Desa Klampok, Kecamatan Wanasari.

Namun tiba di jalan raya Pantura, korban bertemu dengan kedua tersangka. Karena alasan kehabisan bensin, tersangka meminta bantuan korban untuk mendorong sepeda motor pelaku.

Sesampainya di TKP, kemudian korban langsung dianiaya oleh tersangka dan diancam dengan senjata tajam. Korban yang merasa ketakutan, akhirnya lari menyelamatkan diri.

“Korban meninggalkan sepeda motor nopol G 2897 VR dan sebuah HP,” ujar Triyatno.

Atas kejadian itu, korban melaporkan ke Mapolsek Bulakamba Brebes. Setelan dilakukan penyelidikan, dua pelaku akhirnya ditangkap.

Sementara di hadapan petugas tersangka Arifin mengaku motor dijual kepada temannya seharga Rp 1 juta. Uang tersebut dipakai untuk membeli minuman dan makan.

“Dijual satu juta, tapi baru bayar Rp 200 ribu,” kata Arifin.edit