Bawa 0,3 Gram, Warga Sawah Besar Terancam Pidana

oleh -63 views
Ilustrasi

Semarang – Kasus dugaan narkoba menyeret Joko Suyanto alias Ndelak (33), warga Rusunawa Blok B, Sawahbesar, Kecamatan Gayamsari. Ndelak dimejaijaukan karena menyimpan sabu 0,3 gram di rumah kontrakannya tersebut.

Penuntut umum dari Kejari Semarang Andita Rizkianto yang mengajukannya ke persidangan mendakwa Joko tanpa hak dan melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara jual beli, atau menyerahkan narkotika golongan I bukan tanaman.

”Perbuatan ini diatur dalam pasal 114 ayat 1 Undang-Undang (RI) Nomor 35/ 2009 tentang Narkotika,” tandas jaksa Andita saat membacakan dakwaannya dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Rabu (11/4/2018).

Dungkapkan jaksa, tindak pidana dilakukan Joko pada Senin (25/1/2018) sekitar jam 21.30 di kamar Rusunawa Blok B. Awalnya, saksi N Umbar Sudjati dan Mardiyan Sunoto dari Satnarkoba Polrestabes Semarang mendapatkan informasi masyarakat. Bahwa, terdapat orang memiliki narkotika jenis sabu di rusunawa Blok B yang ditempati terdakwa.

Selanjutnya, pada Kamis (25/1) sekitar jam 21.00 saksi Umbar dan Mardiyan mengecek dan mengetok pintu rumah terdakwa. Sempat menanyakan keberadaan sabu, tapi tidak dijawab terdakwa. Hingga akhirnya, polisi menggeledah dan medapatkan tiga kantong plastik klip kecil berisi sabu yang disimpan didalam sepatu merk New Balance di kontrakannya.

”Bahwa terdakwa ini mendapatkan sabu dengan cara membeli dari Aji Suprianto, masuk daftar pencarian orang, pada Jumat, 5 Januari 2018 sekitar jam 10.00,” ungkapnya.

Dalam perkara ini, terdakwa Ndelak juga didakwa pasal 112 ayat 1 UU Narkotika serta pasal 127 ayat 1 UU Narkotika. Sebelum dibacakan dakwaan, hakim PN Semarang M Sainal yang memimpin persidangan menanyakan identitas dan pekerjaan korban. Menurut Ndelak, dirinya bekerja sebagai tukang las potong rongsok. (edi)