Bantu Buronan, Jenderal Bintang Satu Jadi Tersangka

oleh -55 views
JAKARTA – Mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) PPNS Bareskrim Brigjen Pol Prasetijo Utomo (BJP PU) ditetapkan menjadi tersangka terkait pembuatan surat jalan buron Djoko Tjandra. 

Brigjen Prasetijo juga diduga telah menghalangi upaya penyidikan dengan merusak barang bukti.

“Selanjutnya konstruksi hukum yang ketiga adalah terkait pelanggaran Pasal 221 ayat 1 kedua KUHP di mana yang bersangkutan telah menghalangi atau mempersukar penyidikan dengan menghancurkan dan menghilangkan sebagian barang bukti, hal ini juga dikuatkan dengan keterangan beberapa saksi yang berkesesuaian di mana tersangka BJP PU sebagai pejabat Polri menyuruh Kompol Joni Andrianto untuk membakar surat yang telah dipergunakan dalam perjalanan oleh AK dan DST termasuk tentunya oleh yang bersangkutan,” kata Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, Senin (27/7).

Selain itu, Prasetijo menjadi tersangka karena diduga telah membuat surat palsu sebagaimana Pasal 263 KUHP ayat 1 dan ayat 2 juncto Pasal 55 ayat (1) e KUHP. Prasetijo diduga telah melakukan pidana karena telah membantu pelarian buron Djoko Tjandra.

“Dari hasil gelar tersebut, kami menetapkan status tersangka untuk BJP PU,” kata Sigit.

Polri telah mengajukan surat pencekalan atas pengacara Djoko Tjandra, Anita Dewi Anggraeni Kolopaking, ke Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Bandara Soekarno-Hatta. Polri mengatakan pencekalan ini dilakukan untuk keperluan penyidik Bareskrim Polri, yang sedang mendalami dugaan tindak pidana pemalsuan surat.

“Jadi bahwa penyidik Tipidum Bareskrim Polri sedang melaksanakan penyidikan dugaan tindak pidana pemalsuan surat, dan seseorang pejabat dengan sengaja dengan membiarkan orang yang dirampas kemerdekaannya, melarikan diri, atau melepaskan diri, dengan sengaja menyembunyikan orang yang melakukan kejahatan atau dituntut, karena kejahatan, dan/atau memberikan pertolongan kepadanya untuk menghindari penyidikan, atau penahanan oleh pejabat kehakiman atau kepolisian,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono.

Argo menyebut polisi melakukan pencekalan terhadap Anita karena dia saat ini tengah menjalani pemeriksaan. Anita diperiksa oleh penyidik Tindak Pidana Umum (Tipidum Polri) terkait surat jalan Djoko Tjandra dari Jakarta ke Pontianak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *