Bandungan Semarang Zona Merah, Tempat Karaoke Minta Dibuka

oleh -254 views

Razia polisi di tempat karaoke.

Semarang – Sejumlah pengusaha karaoke di Bandungan, Kabupaten Semarang meminta Pemkab setempat memberi izin membuka lagi tempat karaoke.

Meski Bandungan masih masuk zona merah pandemi corona, mereka nekat meminta dibuka.

Namun permohonan itu ditolak karena kawasan Bandungan diketahui masih zona merah peta persebaran virus corona atau Covid-19.

Penolakan Pemkab Semarang itu sebagai langkah antisipatif penyebaran corona di wilayah itu.

Ketua Asosiasi pengusaha karaoke Bandungan (Akrab) Pristyono, mengakui, pengelola karaoke pernah mengajukan permohonan agar tempat karaoke kembali dibuka.

“Kami juga beraudiensi dengan Bupati Mundjirin terkait kemungkinan dibuka. Kami meminta buka 1 Juni 2020 kemarin. Permohonan kami juga ditolak,” ujarnya belum lama ini.

Diakuinya, sekitar 23 tempat karaoke telah berkirim surat ke bupati, Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, dan gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Semarang terkait hal itu.

“Kami berharap agar Pemkab bersedia mengizinkan tempat karaoke di Bandungan beroperasi kembali,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih mengaku, tempat wisata, dan tempat karaoke di Kabupaten Semarang belum dapat dibuka.

Pihaknya mengakui sudah menggelar rapat intern dengan pihak terkait, tentang SOP tempat hiburan malam, tempat pariwisata, dan rumah makan dan restoran.

SOP, katanya, mengacu surat edaran menteri kesehatan. Di antaranya mengaplikasikan protokol kesehatan misal menggunakan masker, cuci tangan, hingga pemeriksaan suhu badan.

Konsep itu sudah disusun, dan jika disetujui, tempat wisata dan tempat hiburan malam bisa dibuka lagi.

“Saat ini masih menyempurnakan hal tersebut,” tandasnya.

Terpisah, sejumlah warga sekitar Bandungan meminta Pemkab Semarang lebih memprioritaskan penanganan corona, daripada memikirkan tempat karaoke.

Dibanding tempat karaoke, warga berharap Pemkab lebih memprioritaskan pembukaan tempat wisata.

“Lebih baik aman daripada ramai,” kata seorang warga Bandungan.

Sebagaimana diketahui, sejumlah tempat karaoke dan hotel di Bandungan diduga menjadi tempat prostitusi terselubung.

Sejumlah tempat karaoke di sana juga disebut menyalahi izin dan aturan jam operasional.

(far)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *