Asrul Sani Kembali Lolos Ke Senayan dari Dapil Jateng X

oleh -353 views

PEKALONGAN – H Asrul Sani SH MSi, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PP) dipastikan kembali lolos ke senayan menjadi Anggota DPR RI. Ia lolos setelah bersaing ketat dengan Calon Legislatif dari Golkar dan Nasdem merebutkan kursi ke-7 dari Dapil Jateng X.

Asrul mampu meraup suara lebih besar dibandingkan dua pesaingnya dengan selisih perolehan cukup besar. Sebelumnya PPP bersaing ketat dengan Partai Golkar dan Nasdem.

Direktur SS Syndicat, B. Ribechan dan anggota Tim Pemenangan Arsul Sani, M. Imaduddin mengatakan, Asrul unggul sekitar 3.000 suara.

“Kursi ke tujuh DPR RI ini direbutkan tiga partai, yakni PPP, Golkar dan Nasdem. Namun PPP berhasil unggul dengan selisih tiga ribu suara dari Golkar,” kata B. Ribechan, Jumat (10/5/2019).

Berdasarkan penhitungan SS Syndicat, PKB dan PDIP dipastikan masing-masing akan meraih dua kursi. Sementara Golkar dan Gerindra masing-masing berhasil meraih satu kursi.

B. Ribechan, peneliti senior di SS Syndicat itu mengatakan, PKB meraih 392 ribu suara, Gerindra memperoleh 132 ribu suara. Sedangkan PDIP berhasil mencapai 368 ribu suara. Sementara Golkar mendapatkan 324 ribu dan berhasil mengamankan satu kursi.

“Sisa suara Partai Golkar setelah dibagi dengan bilangan 3 bersaing ketat dengan PPP dan Nasdem memperebutkan kursi ke tujuh,” paparnya.

Golkar harus kandas untuk mendapatkan kursi keduanya setelah PPP berhasil memperoleh suara lebih banyak, yakni 110 ribu. Sementara Nasdem yang sejak awal menjagokan mantan Bupati Pekalongan, Amat Antono harus puas dengan 106 ribu suara.

“Perhitungan ini diambil dari 98 persen jumlah TPS yang ada di Dapil Jateng X,” kata dia mengaku masih akan menunggu hasil resmi KPU.

Arsul Sani, lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, 8 Januari 1964. Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menjabat anggota DPR RI periode 2014–2019 mewakili Dapil Jawa Tengah X, meliputi daerah Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang dan Kota Pekalongan.

Arsul bertugas di Komisi III yang membidangi hukum, hak asasi manusia (HAM) dan keamanan serta ia juga menjadi anggota Badan Legislasi DPR. Selain itu, Arsul adalah Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan sejak 20 Mei 2016.

Anak pasanga almarhum H. Abdullah Fadjari dan Hj. Rodhiyah, guru TK Aisyah Pekajangan Kabupaten Pekalongan ini asli Pekalongan. Ia memulai pendidikan di SD Muhammadiyah II Pekalongan. Selanjutnya menempuh pendidikan di SMPN I Pekalongan dan SMAN Pekalongan.

Menempuh studi S1 Fakultas Hukum UI, kemudian School of Law & Legal Practice, University of Technology, Sydney – Australia; Glasgow School of Business & Society, Glasgow Caledonian University.
Semasa kuliah menjadi aktivis HMI dengan jabatan Ketua Komisariat HMI Fakultas Hukum UI (1985) dan Sekretaris Umum Korkom UI (1986-1987).

Usai kuliah, Arsul menekuni dunia advokat, dimulai saat menjadi staf di Gani Djemat and Patners, sebuah Firma Hukum yang sekarang dipimpin Humphrey Djemat.

Arsul juga pernah menjadi Pengacara Publik di LBH Jakarta yang membela para aktivis Islam yang ditangkapi pasca peristiwa Tanjung Priok pada tahun1980-an. Arsul juga pernah menjabat Sekretaris Umum Yayasan Asrama Pelajar Islam (YAPI) 1996 – 2003; Ketua Badan Pengawas YAPI.dit