Ada Gerakan Matikan HP dan TV 2 Jam untuk Pelajar di Batang

oleh -198 views
Batang – Gerakan matikan handphone dan televisi, pada pukul 18.00 -20.00, Rabu (29/08) mulai dicanangkan di Kabupaten Batang. Mulai hari ini, para pelajar di Batang diharapkan mengisi waktu selama dua jam tersebut dengan gerakan jam belajar.

Bupati Batang, Wihaji, menjelaskan, pencanangan gerakan tersebut merujuk pada Peraturan daerah No 3 Tahun 2013, tentang pengelolaan pendidikan di Kabupaten Batang.

“Saya tidak ingin gerakan ini sebagai seremonial saja, tapi harus ada implementasinya di tengah masyarakat. Maka selaku orang tua, Guru dan Pemerintah harus memiliki kesadaran betapa pentingnya gerakan tersebut untuk masa depan kelurga dan anak,” kata Wihaji di hadapan ratusan pelajar, perwakilan orang tua murid dan para guru di Halaman kecamatan Reban, Rabu (29/8/2018).

Dikatakan Wihaji, dari hasil riset yang dilakukan pihaknya saat melakukan kunjungan ke sekolah- sekolah, para pelajar dengan jujur mengatakan lebih banyak berkomunikasi dengan HP daripada dengan orang tuanya.

“Ini menjadi kekhawatiran saya, karena kalau kita tidak bisa memanfaatkan teknologi dengan baik dan bijak akan membuat kita bodoh, dan justru minim komunikasi dengan orang tua,” kata Wihaji.

Selain itu, menurutnya, dengan HP dan kebebasan dalam menonton televisi akan dapat mempengaruhi pikiran dan perilaku anak.

” Bukan saya membatasi hak orang menggunakan smartphone atau gadget dan televisi. Di negara maju dibatasi dalam penggunaanya sebab dari hasil riset dapat mempengaruhi anak kita,” kata Wihaji.

Wihaji menjelaskan akan terus mengevaluasi gerakan jam belajar dan matikan HP ini.

“Bilamana perlu untuk mensukseskanya kita buat Satgas belajar dari kepengurusan RT (Rukun Tangga) di setiap desa,” imbuhnya.

Gerakan matikan HP dan televisi selama dua jam tersebut, diikuti oleh pelajar dari tingkat SD, SMP dan SMA ATAU SMK bersama guru dan orang tua murid.

Di tempat yang sama, Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Bambang Suryantoro mengatakan, gerakan ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup keluarga yang berimbas pada peningkatan pendidikan kualitas hidup generasi berikutnya.

“Gebrakan ini sebagai langlah antisipasi hal hal negatif akibat pengaruhnya media sosial, dan televisi yang sangat berpengaruh dalam perkembangan pendidikan,” kata Bambang Suryanto.(sip/sip)

Sumber Detik.com