300 Orang Positif Covid-19  di Perusahaan di Semarang

oleh -104 views

Semarang – Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, klaster perusahaan menjadi penyumbang kasus Covid-19 yang cukup besar di Kota Semarang.

Hingga saat ini ada sekitar 300 orang yang terkonfirmasi positif dari klaster tersebut.

Jumlah itu, kata dia, merupakan kasus di tiga perusahaan ditambah sebagian hasil tracking atau penelusuran yang telah dilakukan petugas Dinkes.

Tracking hingga ke rumah ataupun rumah kos dan lingkungan sekitarnya terus dilakukan.

“Total dari perusahaan sekitar 300 orang,”ungkap Hakam, Rabu (8/7/2020).

Munculnya klaster perusahaan bermula dari adanya karyawan di tiga perusahaan yang masuk pasien dalam pengawasan (PDP) di rumah sakit.

Daripenelusuran, mereka bekerja di pabrik. Petugas Dinkes lalu menyelidiki hingga akhirnya menemukan klaster baru di perusahaan.

“Jadi, awal-awalnya penularan dari rumah atau kos-kosan. Kemudian, dia kerja di pabrik menularkan yang lain. Ada yang sebagian PDP, cuma hampir 99 persen orang tanpa gejala (OTG),” ucapnya.

Para karyawan yang dinyatakan positif dari klaster perusahaan ini, kata Hakam, tidak seluruhnya warga Kota Semarang.

“Di Perusahaan A sebetulnya banyak luar kota, tapi yang di perusahaan C paling banyak dari Kota Semarang,” bebernya.

Berdasarkan data Pemerintah Kota Semarang di laman siagacorona.semarangkota.go.id hingga Rabu (8/7/2020) siang, kasus positif Covid-19 di Kota Semarang 984 orang positif masih dalam perawatan dan perbaikan klinis, 1.019 orang telah sembuh, dan 215 orang meninggal. Jika ditotal, jumlah kasus Covid-19 di Kota Semarang sejak awal pandemi hingga Rabu siang mencapai 2.218 orang.

Beberapa klaster besar yang menyumbangkan kasus Covid-19 di Kota Semarang, antara lain pasar, tenaga medis, dan pabrik atau perusahaan. Klaster perusahaan ini membuat lonjakan cukup besar di Kota Semarang.

“Ada garmen, BUMN, Migas. Lonjakan dari industri mencapai 33 persen, dari tadinya 500, 600, tiba-tiba sudah 800. Cukup tinggi, ini kami jadikan fokus,” terang Walikota Semarang, Hendrar Prihadi.

(sem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *