3.189 Kasus Demam Berdarah di Jateng, 47 Orang Meninggal Dunia

oleh -80 views

Ilustrasi.

Semarang – Kasu Demam Berdarah (DBD) di Jawa Tengah pada periode Januari sampai akhir Juni 2020 terjadi sebanyak 3.189 kasus. Tercatat ada 47 orang meninggal akibat DBD sejak itu.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengimbau agar masyarakat juga waspada terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengungkapkan itu saat menjawab pertanyaan wartawan lewat video. Ia mejelaskan jumlah kasus DBD di Jateng hingga bulan Juni yaitu ada 3.189 kasus.

“Sampai akhir Juni kemarin jumlah kasus DBD ada 3.189 kasus dan yang meninggal 47 orang,” kata, Jumat (3/7/2020).

Dengan jumlah tersebut, insiden rate kasus DBD di Jawa Tengah yaitu 9,16 kasus per 100 ribu penduduk. Yulianto juga menjelaskan tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) DBD di wilayahnya sekitar 1,47 persen dari total jumah kasus.

“Jumlah kasus meninggal dibagi kasus DBD dikalikan 100 persen, ada 1,47 persen. Semakin kecil semakin baik,” jelasnya.

Ia berharap masyarakat mulai waspada terlebih masih beberapakali turun hujan. Yulianto menjelaskan tim pemantau jentik masih terus berjalan agar DBD bisa diantisipasi.

“Waspadai, terkadang masih hujan, berpotensi timbul kasus DBD, dipengaruhi juga faktor lingkungan dan tentunya perilaku,” katanya.

Sementara itu terkait daerah dengan kasus terbanyak Yulianto menyebutkan nama daerah namun tidak detail jumlahnya. Yaitu, Banyumas, Purbalingga, Purworejo, Klaten, Batang, Kota Magelang, dan Kota Semarang

“Untuk yang Case Fatality Rate tinggi yaitu Kota Pekalongan, Banjarnegara, Banyumas, Purbalingga, Grobogan, dan Temanggung,” tutup Yulianto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *