23.000 Kartini Bersholawat di Alun-Alun Kajen Pekalongan

oleh -103 views

Kajen – Peringatan Hari Kartini Kabupaten Pekalongan diramaikan sholawat yang dilantunkan oleh 23.000 warga perempuan dan laki-laki Kota Santri dengan iringan rebana dan alat musik lainnya. Peringatan Hari Kartini ke-140 di Kabupaten Pekalongan kali ini dipusatkan di Alun-alun Kajen.

Hadir dalam acara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH, M.Si. Kegiatan dihadiri oleh Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., AKBP Kapolres Pekalongan Wawan Kurniawan, SH., S.IK., M.Si, perwakilan unf Forkopimda lainnya. Hadir pula Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) se Kabupaten Pekalongan.

Bupati Pekalongan menyampaikan peringatan Hari Kartini ke-140 tahun 2019 di Kabupaten Pekalongan juga diisi dengan pertunjukan budaya lokal yang berbunyi “terbangan (samprohan)” yang merupakan warisan budaya para ibu-ibu Muslimat. 

“Budaya terbangan / samprohan ini sudah menjadi ciri khas kegiatan para ibu dan remaja putri di Kabupaten Pekalongan sejak jaman dahulu. Oleh karena itu dalam momentum Hari Kartini kita angkat kembali agar anak-anak muda / para milenial juga tahu budaya kita apakah budaya bersholawat sekaligus menggunakan instrumen / alat musik tradisional ini, ”terangnya.

Dijelaskan Bupati, disamping menghadiri acara Hari Kartini juga membawakan Lagu Ibu Kita Kartini bersama-sama oleh seluruh peserta yang berusaha 23.000 orang. Meminta masuk Museum Rekor Muri Dunia-Indonesia. 

“Saya kira ini hal yang baik dan akan kita dukung terus-menerus. Apalagi ini momentum setelah dilaksanakannya Pemilu Presiden dan Pileg, ”ujar Bupati.

Bupati mengungkapkan bahwa pelaksanaan Pilpres dan Pileg di Kabupaten Pekalongan berjalan lancar. Terima kasih kepada seluruh pihak, dapatkan dari Polres yang telah terus-menerus membantu mewujudkan daerah yang mantap, sehingga Kabupaten Pekalongan selama proses Pemilu tidak ada gejolak, tidak ada kejadian yang berarti, semuanya berjalan lancar. 

“Mari kita tunggu hasil melalui keputusan KPU. Saya harap masyarakat berdoa dan tetap bersabar agar diberikan pemimpin-pemimpin terbaik untuk bangsa dan Negara kita, ”tandas Bupati.

Dalam gelaran ini, peserta perempuan mengenakan kebaya nasional dan peserta laki-laki mengenakan baju koko putih, bersarung dan ikat kepala batik. Peserta apel juga membawa alat musik rebana atau alat musik tradisional lainnya yang bisa digunakan untuk bermain musik.