Siklon Tropis Nalgae Pengaruhi Kondisi Cuaca di Jateng

oleh

Cilacap – Siklon tropis Nalgae yang muncul di belahan bumi utara (BBU) memengaruhi kondisi cuaca di wilayah Jawa Tengah, khususnya Jateng selatan, kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo.

“Setelah sempat terjadi cuaca ekstrem yang mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah wilayah Jateng selatan, intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir cenderung menurun, salah satunya disebabkan oleh kemunculan siklon tropis Nalgae di BBU,” katanya di Cilacap, Senin.

Dalam hal ini, kata dia, siklon tropis yang muncul sejak tanggal 27 Oktober 2022, telah menarik awan-awan hujan di belahan bumi selatan (BBS), termasuk wilayah Jateng menuju ke pusat siklon.

Akibatnya, kondisi cuaca di wilayah Jateng selatan yang sebelumnya terjadi hujan setiap hari menjadi cenderung cerah hingga berawan.

“Kalaupun terjadi hujan, hujannya ringan hingga sedang dan tidak berlangsung lama,” katanya.

Kendati demikian, kata Teguh, dari dua model prakiraan cuaca, hujan lebat diprakirakan kembali terjadi mulai hari Jumat (4/11).

Menurut dia, hal itu terjadi karena saat sekarang siklon tropis Nalgae terus bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

“Berdasarkan hasil analisis BMKG Pusat yang dirilis hari ini (31/10), posisi siklon tropis Nalgae pada pukul 07.00 WIB berada di Laut China Selatan, tepatnya di 16,1 lintang utara dan 116,8 bujur timur atau sekitar 1.420 kilometer sebelah utara Tarakan,” katanya.

Ia mengatakan siklon tropis Nalgae yang berkekuatan 50 knots atau 95 km/jam dan bertekanan 985 hPa itu bergerak ke arah barat laut menjauhi wilayah Indonesia dengan kecepatan 3 knots atau 5 km/jam.

Dalam kurun 24 jam atau pada tanggal 1 November 2022, pukul 07.00 WIB, posisi siklon tropis Nalgae diprakirakan berada di Laut China Selatan pada 18,6 lintang utara dan 116,8 bujur timur atau sekitar 1.700 km utara Tarakan.

Siklon tropis Nalgae tersebut bergerak ke utara menjauhi wilayah Indonesia dengan kekuatan 60 knots atau 110 km/jam dan bertekanan 975 hPa.

Kondisi tersebut berdampak tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia dalam 24 jam ke depan, yakni berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara, serta peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan.

“Oleh karena itu, kami mengimbau warga Jawa Tengah, khususnya Jateng selatan dan pegunungan tengah Jateng untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi, karena hujan lebat diprakirakan kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan,” kata Teguh.

Sumber Antara