2022 Jangan Sampai Ada Anak Tak Sekolah

oleh -94 views
PEKALONGAN – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi menargetkan pada 2022 jangan sampai ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah.

Guna merealisasikan target tersebut, Pemkab Pekalongan gencar menyosialisasikan gerakan Kembali Upayakan Dukungan Untuk Sekolah (KUDU Sekolah).

”KUDU Sekolah itu disamping sebagai singkatan, juga arti sebenarnya harus sekolah. Dengan demikian, bagi anak usia sekolah harus bisa melanjutkan di sekolah formal maupun nonformal,” ujarnya, Senin (2/3).

Bupati menjelaskan, mengajak agar anak-anak bisa sekolah bukan pekerjaan yang mudah. Harus punya kesabaran tersendiri atau telaten karena alasan mereka tidak sekolah cukup bervariatif. Bisa jadi lantaran anaknya yang memang tidak mau sekolah, atau dari pandangan orang tuanya tentang pendidikan di sekolah, dan sebagainya. Untuk itu, pihaknya membentuk Tim Gerakan KUDU Sekolah.

“Dalam pembentukan Tim gerakan KUDU Sekolah perlu melibatkan semua komponen masyarakat, mulai dari organisasi pemuda, kemasyarakatan, agama, dan lain-lain. Untuk tingkat Kabupaten Pekalongan dipimpin oleh Ketua Tim Penggerak PKK, sedangkan tingkat kecamatan maupun desa diketuai oleh Camat dan Kepala Desa,” papar Bupati.

Bupati menerangkan, dalam menjalankan tugasnya semua komponen masyarakat harus selalu berkoordinasi. Sehingga, ketika ada kesulitan, tim gerakan KUDU Sekolah diharapkan dapat memberikan solusi terbaik.

Menurutnya, salah satu alasan anak tidak sekolah karena orang tuanya memandang sekolah tinggi tidak ada manfaatnya. Sebab, tanpa perlu menempuh pendidikan di jalur sekolah, anaknya bisa menjadi bos atau juragan.

“Hal inilah yang menjadi tugas utama Tim Gerakan KUDU Sekolah memberikan pengertian kepada orang tua yang berfikiran seperti itu,” tukasnya. (mht)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *