Kasus Aktif Corona di Boyolali Tembus 1.000

oleh -40 views

Boyolali – Kasus aktif virus Corona atau COVID-19 di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah melonjak dan tembus 1.000 kasus lebih. Kasus aktif COVID tersebut tersebar di seluruh wilayah Boyolali.

“Jumlah kasus aktif saat ini mencapai 1.069, dengan rincian 215 pasien dirawat dan 854 menjalani isolasi mandiri,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S Survivalina, saat ditemui di kantornya, Boyolali, Selasa (22/21/2021).

Kasus aktif COVID yang mencapai 1.000 kasus lebih itu tersebar di 22 kecamatan di Boyolali. Kasus aktif terbanyak di Kecamatan Ngemplak sejumlah 154 kasus, kemudian Kecamatan Boyolali ada 134 kasus, dan Kecamatan Cepogo 113 kasus.

Lina sapaannya, mengatakan penambahan kasus terbanyak terjadi di minggu ke-24 di bulan Juni 2021. Dalam pekan tersebut ada penambahan 758 kasus baru.

“Penambahan rata-rata lebih dari 100 kasus (baru per hari) sudah terjadi sejak minggu ke-23 dan ke-24 dan memang puncaknya ada di minggu ke-24 tahun 2021 ini yakni di bulan Juni, total saat ini sudah di angka 760 dalam satu minggu di minggu ke-24,” ungkap Lina.

Lina menyebut penambahan kasus baru itu mengarah ke indikasi munculnya mutasi virus asal India. Sebab menurutnya penyebaran kasus Corona di Boyolali sangat cepat.

“Tidak seperti tahun sebelumnya atau bulan-bulan sebelumnya. Sehingga bisa diduga salah satu penyebabnya mutasi virus yang sudah masuk di Kabupaten Boyolali,” terang dia.

Ketersediaan Bed RS

Lonjakan kasus COVID-19 itu pun berdampak pada ketersediaan tempat tidur atau bed. Saat ini, Pemkab Boyolali juga tengah menambah kapasitas tempat tidur di masing-masing rumah sakit rujukan.

“Seperti Rumah Sakit Pandan Arang, ini sudah mengkonversi beberapa bangsal untuk menjadi bangsal COVID. Rusunawa atau RSDC, lantai 2 dan 3 sudah digunakan juga untuk menerima pasien COVID-19. Kita juga berupaya menambah satu rumah sakit lagi yaitu RSI di Boyolali untuk bisa dipercepat proses perizinannya sehingga nanti rumah sakit tersebut juga bisa menerima pasien-pasien COVID,” ujarnya.

RSD COVID-19 yang menempati Rusunawa di Kemiri, Mojosongo atau Brotowali 2, saat ini sudah terisi 36 pasien dari kapasitas 52 tempat tidur. Rusunawa itu akan ditingkatkan kapasitasnya menjadi 72 tempat tidur.

Berikut data sebaran 1.069 kasus aktif Corona di Boyolali:

1. Ngemplak 154 kasus.
2. Boyolali 134 kasus.
3. Cepogo 113 kasus.
4. Banyudono 110 kasus.
5. Nogosari 104 kasus.
6. Simo 87 kasus.
7. Mojosongo 69 kasus.
8. Sawit 47 kasus.
9. Ampel 46 kasus.
10. Karanggede 42 kasus.
11. Musuk 37 kasus.
12. Klego 28 kasus.
13. Gladagsari 23 kasus.
14. Teras 16 kasus.
15. Juwangi 15 kasus.
16. Selo 13 kasus.
17. Sambi 9 kasus.
18. Andong 7 kasus.
19. Tamansari 4 kasus.
20. Wonosamodro 4 kasus.
21. Kemusu 3 kasus.
22. Wonosegoro 1 kasus.

Sumber Detik

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.