Belasan Santri di Ponpes Klaten Positif Corona

oleh -134 views

Klaten Sebuah pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menjadi klaster penyebaran virus Corona atau COVID-19.

Di ponpes yang ada di Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper itu terdapat 14 orang santri terkonfirmasi positif COVID-19.

“Ya klaster. Sampai hari ini total yang positif ada 14 orang santri dari awalnya hanya satu orang,” jelas Ketua Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kecamatan Ceper, Supriyono, Senin (5/4/2021).

Menurut Supriyono yang juga Camat Ceper tersebut, kasus ini berawal dari seorang santri yang sakit dan dinyatakan positif Corona. Namun dari tracing dan swab selanjutnya bertambah sehingga ada 14 santri positif Corona.

“Tidak dirawat di RS tetapi hanya menjalani isolasi mandiri di pondok,” papar Supriyono.

Menurut Supriyono, Satgas terus memantau perkembangan di lokasi. Meskipun selama ini santri tidak keluar kompleks pondok.

“Apalagi dari sisi jumlah santri yang tinggal di kompleks ada sekitar 260 orang,” lanjut Supriyono.

Kepala Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper, Ari Sriyanto, menambahkan 14 orang santri tersebut terkonfirmasi positif pada Minggu (4/4). Namun tidak ada satupun warga sekitar yang terpapar.

“Semua santri pondok, tidak ada warga yang terpapar sejauh ini. Jadi warga sekitar sementara aman,” jelas Ari pada detikcom saat dihubungi lewat telepon.

Menurut Ari, selama ini santri jarang kontak dengan warga sekitar. Sebab semua kegiatan berada di dalam kompleks pondok.

“Semua kegiatannya ada di dalam pondok jadi langkah satgas desa ya isolasi mandiri di pondok. Tapi untuk tracing atau swab lanjutan belum tahu kapan, mungkin besok-besok,” lanjut Ari.

Menurut seorang warga yang tinggal di sekitar pondok, Amin Bagus, warga sudah mendengar informasi tentang belasan santri ponpes yang terpapar COVID-19.

“Kita biasa saja sebab memang kegiatan santri semua di dalam pondok. Jadi warga tidak terlalu khawatir,” kata Amin.

“Setahu saya jumlah santrinya banyak. Tapi ada yang menginap dan tidak serta kegiatan semua di dalam, tidak keluar,” terang Amin.

Sumber Detik

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.