1.880 Warga Didenda, Total Dapat Duit Rp100 Juta

oleh -24 views
KUDUS – Denda pelanggaran protokol kesehatan di Kabupaten Kudus sudah mencapai Rp100 juta. Denda ini mengacu Perbup Nomor 41/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

Kepala Satpol PP Kabupaten Kudus Djati Solechah mengatakan, sanksi denda terbanyak berasal dari pelanggar yang tidak menggunakan masker. Denda administrasi sebesar Rp100 juta itu meliputi pelanggaran perorangan sebesar Rp94 juta dari 1.880 pelanggaran.

“Sedangkan pelanggaran dari pelaku usaha sebesar Rp6 juta dengan jumlah pelanggaran sebanyak 29 pelanggar,” katanya, Sabtu (7/11).

Sanksi denda yang diberikan untuk perorangan sebesar Rp50.000, sedangkan untuk pelaku usaha dengan tingkat mikro dendanya sebesar Rp200 ribu, usaha kecil sebesar Rp400 ribu, usaha menengah sebesar Rp1 juta dan usaha besar sebesar Rp5 juta.

Adapun total pelanggaran protokol kesehatan sejak tanggal 26 Agustus 2020 hingga 6 November 2020 mencapai 16.658 pelanggaran, sedangkan kegiatan operasi tercatat sebanyak 1.983 operasi.

Solechah mengungkapkan pelanggaran yang terjadi tidak hanya soal kewajiban masyarakat memakai masker, namun untuk tempat usaha bisa terkait penerapan aturan protokol kesehatan di tempat usahanya, seperti menyediakan tempat cuci tangan, cairan pembersih tangan hingga aturan jaga jarak fisik antar pengunjung.

“Adapun sanksi yang diberikan, tidak semuanya dalam bentuk sanksi denda atau sanksi sosial, melainkan ada yang masih sebatas teguran,” terangnya.

Pelanggaran yang terjadi selama ini, meliputi teguran secara lisan sebanyak 662 kasus, teguran tertulis sebanyak 66 kasus dan kerja sosial sebanyak 14.035 kasus, selebihnya sankdi denda administrasi untuk perorangan maupun pelaku usaha.

Tim terpadu yang dilibatkan dalam penertiban protokol kesehatan meliputi dari Satpol PP, Polres, Kodim, Dishub dan Dinkes Kudus.

“Dengan adanya penegakan aturan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan menjadi lebih tinggi,” tukasnya. (udi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *